Banyak orang berkomentar dan bertanya, koq suara mesin Bajaj Pulsar koq kasar ya ??? hehehe sebenarnya ngga ada yg aneh koq. Pernah dengar suara yg dihasilkan oleh teknologi mesin V Twin ?? nah seperti itu lah kondisinya, mesin V twin yg salah satunya di anut oleh Ducati menghasilkan suara yg kasar seperti mesin rusak. Jadi mesin kasar bukanlah jaminan sebuah teknologi mesin itu tidak baik. Hal tsb terjadi juga pada Bajaj Pulsar, mesinnya terdengar kasar, ini menurut hemat saya krn type dan teknologi 2 busi (DTS-i) yg dianutnya.
Teknologi pada Bajaj Pulsar adalah Teknologi yang jarang di anut oleh motor jepang pada umumnya, apalagi pada motor yg sekelas dgn Pulsar. Salah satu teknologi tersebut adalah DTS-i.
Dari pengertian DTS-i atau yg kepanjangannya Digital Twin Spark - Ignition, disini sudah bisa ditebak bahwa motor ini mempunyai 2 busi (Twin Spark) utk life supportnya. Manfaat apa yg diberikan oleh teknologi 2 busi ini dibandingkan 1 busi ?
Sistem pengapian pada 1 busi, percikapan api yg telah di ciptakan membutuhkan waktu bbrp saat utk mencapat ruang bakar secara keseluruhan. Sehingga akibatnya percampuran udara dan bahan bakar kadang kurang seimbang. Sedangkan pada 2 busi, maka akan tercipta percikan api secara simultan yg telah di atur oleh CDI cerdas Bajaj Pulsar, sehingga campuran/mix antara udara dan bahan bakar lebih sempurna dan menciptakan pusaran udara (cyclone) pada ruang bakar.
Hal ini lah yg membuat Bajaj Pulsar lebih irit. Yah dgn besar mesin 180cc sampai 220cc, pulsar bisa menempuh jarak rata2 40km utk 1 liternya, hasil bervariasi tergantung dari gaya membawa ridernya dan kondisi jalan yg dilalui. Bahkan ada teman saya yang bisa mencapai jarak tempuh 50km utk 1 liternya, tanpa ada modifikasi atau penambahan threatmen dan suplemen pada bahan bakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar